Headlines News :
Home » , , , , , » Masyarakat Bali Kini Kembali di Bius Oleh Serial Mahabharata

Masyarakat Bali Kini Kembali di Bius Oleh Serial Mahabharata

Written By Unknown on Wednesday, May 28, 2014 | 7:58 AM

Serial Mahabrata di Antv (allaboutduniatv.blogspot.com )
DUMAI- Dalam beberapa tiga bulan terakhir ini, masyarakat Hindu Bali khususnya kembali dibius dengan tayangan serial Mahabharata di ANTV. Cobalah lihat ke rumah-rumah orang Bali saban malam pukul 21.30, sebagian besar menyaksikan tayangan serial yang diangkat dari history besar dari India itu.

"Cerita Mahabharata selalu menarik ditonton. Yang versi dulu lebih mengutamakan estetika cerita, banyak filsafatnya. Kalau yang versi baru ini terlihat lebih seru, lebih menegangkan, special effet-nya juga lebih bagus," kata Nyoman Suryani, seorang warga Denpasar seperti dilansir balisaja.com, Rabu (28/).

Kadek Suarni, warga Denpasar lainnya mengaku lebih senang menonton Mahabharata versi lama. Tapi, Suarni mengaku tetap tertarik menonton versi yang baru karena pemainnya lebih ganteng.

"Yang jadi Drestarasta dan Pandu ganteng sekali. Yang jadi Pandawa kecil juga ganteng-ganteng. Yang main jadi Arjuna juga pas. Mungkin nanti yang jadi Arjuna besar lebih ganteng," kata Suarni sembari tersenyum.

Bahkan, bukan hanya orang Bali dari penganut Hindu yang menonton film seri televisi ini, tetapi juga pendatang asal Jawa dan beragama Islam. Marwoto, seorang pedagang makanan di bilangan Peguyangan mengaku tak pernah bosan menonton serial Mahabharata. "Kalau di Jawa sama dengan di Bali. Mahabharata itu ibarat tontonan wajib," kata lelaki yang sudah belasan tahun tinggal di Bali ini.

DVD versi bajakan serial ini juga laris manis. Sejumlah pedagang VCD/DVD bajakan di sejumlah kawasan di Denpasar mengaku DVD Mahabharata cukup banyak dicari. "Hanya sayangnya DVD bajakan ini versi asli, pakai bahasa India. Jadi, orang tidak mengerti dialognya. Tapi, ada juga yang tetap membeli," ujar seorang penjual DVD bajakan di kawasan Denpasar Utara.

Serial Mahabrata di Antv (www.tabloidbintang.com)
Memang, respons masyarakat Bali terhadap tayangan serial Mahabharata versi 2014 ini tidak sedahsyat saat serial Mahabharata versi lama ditayangkan di TPI pada tahun 1990-an silam. Kala itu, orang rela bolos sekolah dan bolos kerja untuk menyaksikan kisah legendaris Tanah Kuru itu. Tapi, serial Mahabharata versi 2014 ini tetap menyedot perhatian masyarakat Bali. Bahkan, di Indonesia, serial Mahabharata ini menjadi acara dengan rating tertinggi nomor dua di ANTV.

Serial Mahabharata yang ditayangkan ANTV saban malam ini merupakan produksi baru, tahun 2013. Ternyata serial ini ditayangkan di stasiun TV India, Star Plus mulai 16 September 2013. Hingga kini, serial ini masih tayang di India dan sudah menembus episode 140. Jam tayangnya pun sama dengan di Indonesia, yakni pukul 20.30 WIB (21.30 Wita), hanya berbeda zona waktu antara Indonesia dan India. Waktu di Indonesia lebih cepat 2,5 jam dari India.

Di kalangan masyarakat Bali, termasuk di Jawa dan hampir seluruh wilayah Nusantara, kisah Mahabharata memang sangat digemari. Bagi masyarakat Bali yang mayoritas menganut agama Hindu, kisah Mahabharata dianggap sebagai sumber ajaran suci. Mahabharata, termasuk Ramayana, digolongkan sebagai itihasa, kitab yang menempati posisi penting setelah Catur Weda. Melalui kisah Mahabharata dan Ramayana itulah, masyarakat Bali memahami ajaran agamanya.

Dalam budaya Bali, kisah Mahabharata menjadi semacam mataair terpenting. Kesenian Bali banyak mengambil inspirasi dari kisah Mahabharata dan Ramayana. Dalam dunia seni lukis, masyarakat Bali mengenal seni lukis wayang yang bersumber dari dua epos itu. Di dunia seni pertunjukan, kisah Mahabharata biasa dieksplorasi dalam pertunjukan wayang, sendratari atau pun dramatari arja. Tak terbilang lagi dalam seni sastra, kisah Mahabharata diturunkan menjadi berbagai kekawin dan geguritan.

(www.youtube.com)
Orang Bali juga senang mengambil nama-nama dalam kisah Mahabharata sebagai nama anak-anak mereka. Nama Kresna, Karna dan tokoh Panca Pandawa paling banyak dipilih. Peneliti sastra dari Institut Hindu Dharma Negeri (IHDN) Denpasar, I Made Wiradnyana mengatakan di Bali, kisah Mahabharata dan Ramayana tak pernah mati. Bahkan malah semakin tumbuh subur melahirkan berbagai versi carangan.

"Mahabharata dan Ramayana itu sudah menjadi bagian hidup orang Bali. Dalam wacana-wacana keseharian, baik sosial, budaya dan politik, orang Bali kerap merujuk kepada kisah Mahabharata dan Ramayana," kata Wiradnyana yang juga kandidat Doktor di Program Studi LInguistik, Konsentrasi Wacana Sastra, Universitas Udayana, Bali.



Share this post :

Post Comment

Post a Comment

 
Support : Copyright © 2015. Hindu Damai - All Rights Reserved
Proudly powered by Blogger
UA-51305274-1