Headlines News :

Kalender Bali

Iklan

Total Pageviews

Showing posts with label Hindu Center. Show all posts
Showing posts with label Hindu Center. Show all posts

Kuil Hindu di India Dilanda Kebakaran Besar, Sekitar 80 Orang Meninggal Dunia

JAKARTA, DUMAI -- Kuil Hindu di Kollam, Provinsi Kerala, India Selatan, dilalap si jago merah. Media India melaporkan sekitar 80 orang tewas dan 200 lainnya menderita luka bakar serius. Kebakaran besar terjadi pukul 03:30 dini hari waktu setempat (Minggu, 10/4, pagi ini WIB), ketika umat Hindu berkumpul di Kuil Puttingal untuk merayakan tahun baru Wishu.
Ilustrasi (warta.sumedang.info)
Menteri Dalam Negeri Ramesh Chennithala menyatakan api berasal dari ledakan petasan yang dinyalakan selama perayaan. Festival kuil Puttingal memang ditandai dengan pesta kembang api dan petasan.

Sejumlah gambar dan video yang diposting di Twitter menunjukkan bola api besar membubung ke langit malam. Hanya dalam hitungan menit, api menyambar bangunan dan menjebak umat yang sudah berada di dalam kuil, menunggu atraksi kembang api.

Petugas pemadam kebakaran dibantu polisi dan masyarakat bekerja keraas untuk memadamkan api. "Sekarang situasi sudah terkendali," kata Pak Menteri seperti dikutip The Guardian, Minggu (10/4/16).

Kollam merupakan kota pelabuhan terbesar kedua di Kerala, setelah Cochin. Tiap tahun, ribuan wisatawan manca negara mendatangi kota ini untuk menikmati panorama ke Laut Arab.



Survei Inggris Membuktikan Orang Hindu dan Kristen Hidupnya Paling Bahagia

LONDON, DUMAI -- Survei yang dilakukan oleh kantor statistik nasional Inggris membuktikan, mereka yang memeluk agama Kristen dan Hindu adalah orang-orang yang paling bahagia di negara itu. Sedangkan mereka yang tidak mengidentifikasi diri dengan agama mana pun, mencatatkan skor kepuasan hidup paling rendah.
Ilustrasi 

Seperti dilansir www.satuharapan.com, Minggu (07/02), Kantor Statistik Nasional Inggris atau yang dikenal sebagai Office  for National Statistics (ONS) merilis sejumlah indeks kebahagiaan dan kepuasan hidup pada awal Februari ini, yang didasarkan pada survei antara April 2012 dan Maret 2015. Survei tersebut mengukur indeks kebahagiaan orang Inggris menurut berbagai variabel, mulai dari usia, tempat tinggal, etnis dan agama.

Para partisipan ditanyakan empat pertanyaan terpisah: seberapa puas mereka akan kehidupan mereka secara umum; apakah mereka menganggap yang mereka kerjakan dalam hidup ini berharga; seberapa bahagia mereka pada hari sebelumnya; dan seberapa cemas mereka pada hari sebelumnya. Menurut The Daily Telegraph, mengutip hasil survei tersebut, rata-rata orang Inggris mencatat skor kepuasan hidup 7,53 dari skala 10. Sedangkan untuk pertanyaan seberapa bahagia mereka pada hari-hari sebelumnya, skor rata-rata orang Inggris adalah 7,38.

Yang unik, mereka yang tidak mengidentifikasi diri dengan agama mana pun mencatat skor kebahagiaan terendah yakni di angka 7,22. Skor mereka bahkan lebih rendah dari rata-rata orang Inggris. Angka itu lebih rendah dibanding Muslim yang mencatat skor 7,33, Yahudi 7,37 dan Sikh 7,45. Ada pun orang Kristen dan Hindu mencatat skor tertinggi, yaitu 7,60. Hal yang sama terjadi pada hal kebahagiaan. Yang teratas atau mereka yang paling merasa bahagia  adalah orang Hindu dengan skor 7,57 dan Kristen 7,47.

Sedangkan ketika ditanya, apakah Anda menganggap hidup sangat berharga, skor paling tinggi dicatat oleh mereka yang beragama Yahudi dan Kristen. Yang disebut pertama mencatat skor 7,90 sedangkan yang kedua 7,86. Mereka yang tidak mengidentifikasi diri dengan agama mana pun, mencatat skor terendah dalam memandang keberhargaan hidup, yaitu 7,58.

Survei ini memiliki ukuran sampel 304.740 orang, mengeksplorasi pertanyaan dalam berbagai kategori. Statistik itu menunjukkan bahwa berdasarkan usia, mereka yang paling berbahagia adalah kelompok usia 65-79, sementara mereka yang berusia 45 sampai 59 dilaporkan memiliki tingkat  kepuasan hidup terendah.

Menurut Dr. Paul McLaren, konsultan psikiatri di Rumah Sakit Priory, London, iman  memang bisa menjadi faktor protektif bagi banyak orang. "Biasanya iman itu diikuti dengan dukungan sosial yang kuat yang diakui merupakan faktor protektif terhadap trauma psikologis," kata McLaren.



Petani Boyolali Temukan Arca Kuno Yang Diduga Peninggalan Zaman Hindu

BOYOLALI, DUMAI -- Pada Selasa (5/1/2016), warga masih berdatangan ke area persawahan di Desa Kadireso, Kabupaten Boyolali, Jawa Tengah. Warga terus berdatangan setelah mendengar kabar penemuan tujuh arca kuno yang diduga merupakan peninggalan dari zaman Hindu.
Penemuan arca di Boyolali (regional.kompas.com)
Namun hingga saat Balai Pelestarian Cagar Budaya Jawa Tengah belum memberikan keterangan resmi terkait penemuan arca kuno ini. Meski demikian, pihak balai akan menerjunkan tim untuk memastikan umur dan jenis arca yang ditemukan di Boyolali itu.

"Akan ada tim yang segera ke sana untuk meneliti dan memastikan jenisnya. Namun sejauh ini, penemuan di daerah Boyolali, biasanya dari jaman Hindu atau Budha," jelas Kepala Balai Pelestarian Cagar Budaya Jawa Tengah, Sri Ediningsing seperti dilansir Kompas.com, Rabu (06/01).

Kabar penemuan arca tersebut pun menarik perhatian masyarakat yang berdatangan untuk melihat langsung benda kuno tersebut. Sutardiyanto, sang penemu, berinisiatif untuk menyimpan benda itu di kediamannya agar tidak dicuri sembari menunggu petugas yang berwenang. "Kalau nanti ada petugas dari dinas mau ambil, ya silakan saja," katanya.

Sutardiyanto menceritakan, pada Senin (4/1), dia dan rekan-rekannya tengah menggali tanah di daerah persawahan untuk mengumpulkan bahan pembuat batu bata. Saat menggali, Sutardiyanto melihat sebuah tonjolan keras semacam batu. Dianggap mengganggu, Sutardiyanto segera menggali tonjolan batu itu untuk disingkirkan.

Namun, setelah digali ternyata Sutardiyanto dan kawan-kawannya justru menemukan arca berbagai bentuk dan ukuran. "Biasanya kita cari bahan untuk adonan batu bata di sawah, lalu kita melihat ada batu keras yang ada di tengah, lalu biar tidak menganggu, kita gali dulu untuk dibuang, dan ternyata ada patung yang ada ukirannya dan di bawahnya juga masih ada beberapa," kata Sutardiyanto.

Sutardiyanto lalu menghubungi kepala desa dan kepolisian untuk melaporkan penemuannya itu. Arca yang ditemukan Sutardiyanto itu berbentuk manusia dengan tujuh batu berbentuk persegi panjang.

Dilarang Pakai Celana Pendek Saat Masuk Kuil Hindu di India Selatan

DELHI, DUMAI -- Kuil Hindu di India Selatan menyatakan bahwa dilarang mengenakan pakaian ala barat. Peraturan ini ada setelah perintah pengadilan menyatakan melarang menggunakan celana jeans dan celana pendek.
Ilustrasi (travel2penang.wordpress.com)

Celana jeans dan celana pendek dianggap tidak sopan untuk tempat ibadah spiritual. Pengadilan Tinggi Madras memerintahkan otoritas kuil di negara bagian Tamil Nadu sejak 1 Januari 2016. Mereka menolak siapa pun masuk mengenakan celana jeans, celana pendek, rok, lengan pendek atau legging ketat.

Ratusan anggota staf di negara pesisir kuil, mulai dari kuil kecil hingga kuil besar keagamaan selalu waspada terhadap orang-orang yang masuk dengan pakaian yang telah dijelaskan. "Kami telah menjalankan perintah pengadilan mulai hari ini. Beberapa orang sudah mematuhi peraturan," jelas seorang pengawas di kuil Arulmigu Ramanatha Swami di kabupaten Rameswaram seperti dilansir ragam.analisadaily.com, Sabtu (02/01).

Peraturan berlaku untuk seluruh jenis tamu, baik itu untuk mereka yang datang dengan niat beribadah atau pun turis untuk melihat dan berwisata. Dilansir dari The Guardian, Sabtu (2/1) Candi Arulmigu Ramanatha Swami menerima lebih dari empat juta pengunjung setiap tahun.

Pria diperbolehkan untuk memakai dhoti, pakaian tradisional panjang, piyama dengan atas kain atau kemeja formal dan celana. Wanita diperbolehkan untuk memakai sari atau setengah sari dengan blus. "Semua harus berpakaian sopan untuk ibadah umum dengan cara yang umum disini lebih tepatnya," kata perwakilan pengadilan.

Status Facebook Perempuan Berhijab Ini Sudutkan Bali dan Agama Hindu

DUMAI -- Kasus pelecehan dan penghinaan terhadap suatu suku, ras, agama dan antar golongan (SARA) kembali terjadi. Penghinaan SARA kembali ditujukan kepada orang Bali dan agama Hindu.
Screenshoot status Wida Habibah Furqon yang rasis
Berdasarkan pengamatan Hindu Damai-Dumai di media sosial Facebook, para netizen membagi-bagikan postingan status dari seorang perempuan yang menghina suku Bali dan agama Hindu.

Akun facebook bernama Wida Habibah Furqon membuat status sebagai berikut “Ya Allah….. HP Q Ilang…. Jahat Banget HP Q Ilang…. Katanya Bali terkenal Taat Taat pada agama Hindunya. Nah yang nyolong HP Q ini Gak Beriman dan Gak Taat Agama Nya…. Katanya Karma berlaku, Udah tuh semoga berlaku buat mu (Maling) #Ada3OrangYangDicurigai”. Dari postingannya tersebut, sontak para netizen langsung meng-screenshoot statusnya karena merasa melakukan penghinaan terhadap suatu SARA.
Wida Habibah Furqon 

Para netizen pun merespon dengan beragam komentar menyudutkan perempuan tersebut. Bukannya ikut bersimpati atas hilangnya hp perempuan itu, netizen justru kebanyakan mengecam Wida Habibah Furqon karena begitu rasisnya dalam membuat status di Facebook.

Setelah pihak Hindu Damai-Dumai menelusuri akun facebook bernama Wida Habibah Furqon, postingan statusnya yang rasis telah dihapus. Dikabarkan juga, perempuan tersebut juga telah meminta maaf. Namun meminta maafnya tidak secara resmi, hanya pernyataan maafnya dibalasan komentar salah foto yang dia unggah setelah netizen menghujatnya.
Permintaan Maaf Wida Habibah Furqon 
Ini pelajaran bagi semua orang khususnya para netizen agar selalu berhati-hati dalam membuat status di media sosial. Jangan sampai menghina atau melecehkan suatu SARA karena bisa dikenakan UU ITE bahkan bisa masuk penjara. Ingat kata pepatah “Mulutmu Harimaumu".


Foto-Foto Perayaan Hari Raya Saraswati di Hongkong dan Belgia

DUMAI --  Perayaan Hari Raya Saraswati pada Sabtu (28/11) sudah dilewati dua hari yang lalu. Namun, momen-momen perayaan hari raya Saraswati dua hari lalu masih mengental bagi umat Hindu.

Momen-momen menarik nan indah saat perayaan Saraswati di belahan dunia berhasil di dokumentasikan oleh umat Hindu khususnya di Belgia dan Hongkong. Umat Hindu di Belgia terlihat sangat antusias melakukan persembahyangan di Pura Agung Santi Bhuwana. Pura satu-satunya di Belgia itu banyak dikunjungi oleh umat Hindu yang ingin bersembahyang pada saat upacara piodalan.

Tampak dalam foto-foto yang diunggah oleh akun facebook Gung Ayu, umat Hindu tidak hanya orang bali saja namun juga terdapat orang bule yang ke pure untuk bersembahyang.

Lain di Belgia, lain juga di Hongkong. Umat Hindu disana juga menggelar persembahyangan bersama dalam merayakan hari Saraswati. Foto-foto yang diposting akun facebook ‎Nniana Anjarwati memperlihatkan, Umat Hindu sangat hening dan khusuk dalam bersembahyang.

Berikut foto-foto umat Hindu di Belgia dan Hongkong:

 Umat Hindu di Hongkong sembahyang bersama

  Umat Hindu di Hongkong sembahyang bersama

 Umat Hindu di Hongkong sembahyang bersama

Umat Hindu di Belgia

 Umat Hindu di Belgia


 Umat Hindu di Belgia


 Umat Hindu di Belgia


 Umat Hindu di Belgia




Wasekjen MUI Pertanyakan Alasan Penolakan Wisata Syariah di Bali

JAKARTA, DUMAI -- Wakil Sekretaris Jenderal Majelis Ulama Indonesia (MUI) Dr KH Tengku Zulkarnaen angkat bicara mengenai penolakan wisata syariah dan bank syariah di Bali yang dimotori anggota DPD Arya Wedakarna. Menurut Tengku, sebaga negara Pancasila tidak boleh ada penolakan terhadap adanya Bank Syariah dan Wisata Syariah. Sebab tiada ada aturan yang dilanggar dari kedua hal itu.

Dr KH Tengku Zulkarnaen (www.suara-islam.com)

"Wisata syariah di Bali itu mana yang melanggar aturan negara, yang melanggar agama Hindu mana?," kata Tengku di Kantor MUI Pusat, Jl Proklamasi, Menteng, Jakarta Pusat, seperti dilansir www.suara-islam.com (30/11).

Yang dimaksud wisata syariah di Bali, ungkap Tengku, adalah orang-orang Islam yang datang ke Bali tetapi dia mengenakan busana Muslim/Muslimah, setiap waktu shalat menjalankan shalat, lalu untuk makan mereka pergi ke restoran halal, saat ke pantai mereka gunakan busana yang menutup aurat. "Hindu rugi dimana, kok mereka keberatan. Ada apa?," tanyanya.

Menurut  Tengku, selama wisata syariah tidak menggagu adat istiadat Bali dan tidak mengganggu ajaran Hindu yang mayoritas disana,  tidak boleh ada satu pihak pun yang keberatan. Apalagi wisata syariah itu menghasilkan uang bagi masyarakat Bali.  

"Bule-bule yang telanjang, yang melanggar adat dan ajaran Hindu itu yang harus ditolak. Kok syariah yang menutup aurat, makan halal, shalat lima waktu, yang tak boleh mengganggu orang, malah ditolak. Wisata syariah itu mengganggu Hindu dan budaya Balinya dimana?," tandasnya.


Hari Raya Saraswati, Umat Hindu di Jakarta Gelar Persembahyangan Bersama

JAKARTA, DUMAI -- Tepat pada hari ini (28/11), Sabtu Umanis Wuku Watugunung, merupakan hari raya Saraswati. Umat Hindu seluruh Indonesia merayakan hari raya Saraswati sebagai hari turunnya ilmu pengetahuan.
 Umat Hindu di Jakarta bersembahyang bersama hari raya Saraswati 
(Panca Foto)
Menyambut hari raya Saraswati, umat Hindu menggelar upacara persembahyangan di pura. Selain itu, melakukan yadnya seperti menghaturkan banten-banten diatas buku-buku (kitab suci, buku pengetahuan dan lainnya).
Seperti halnya perayaan hari raya Saraswati di Pura Aditya Jaya Rawamangun, Jakarta Timur, umat Hindu pun menggelar persembahyangan bersama. Tampak umat Hindu yang datang dari se-Jabodetabek begitu antuasias untuk bersembahyang di Pura Aditya Jaya Rawamangun.
Dari pantauan Hindu Damai-Dumai, sekitar ratusan umat Hindu memadati Pura Aditya Jaya Rawamangun. Selain perayaan hari Saraswati, umat Hindu pada nanti malam akan menggelar Puja Wali karena bertepatan Piodalan Pura Aditya Jaya Rawamangun.  

Tiga Orang Ini Masuk Agama Hindu, Upacara Sudhi Wadani Digelar di Bali

DUMAI -- Ada kabar bahagia bagi umat Hindu di Indonesia. Pasalnya, banyak orang yang masuk agama Hindu di Bali. Hal ini bisa dilihat pada postingan-postingan foto yang ditandai di akun facebook Parisadha Kabupaten Bangli.
Tiga orang dari latar berbeda yang masuk agama Hindu
Dalam postingan terakhir foto yang ditandai di akun facebook Parisadha Kabupaten Bangli, ada tiga orang yang masuk agama Hindu. Pertama, atas nama Saudara Viktor Veljkovik dari Serbia. Upacara Sudhi Wadani pun dilakukan di Desa Batur Tengah, Kintamani, Bali, pada tanggal 15 November 2015. Awalnya, saudara Viktor Veljkovik ini memeluk agama Kristen.
Viktor Veljkovik masuh Hindu
Kedua, atas kemauan sendiri saudari Wenda Rusnalia  juga telah menganut agama Hindu.  Sebelumnya perempuan asal Bandung ini memeluk agama Islam. Proses upacara masuk Hindu (Sudhi Wadani) digelar di Desa Cempaga, Bangli, pada tanggal 15 November 2015.
Wenda Rusnalia ikut proses upacara Sudhi Wadani 
Ketiga, saudari Wahyu Andita Putri yang sebelumnya beragama Islam masuk agama Hindu. Perempuan ini berasal dari Malang, Jawa Timur. Upacara Sudhi Wadani digelar pada tanggal 16 November 2015, di desa Bebalang.
Wahyu Andita Putri menganut agama Hindu 
Ini menjadi pertanda bahwa, orang-orang mulai sadar bahwa agama Hindu adalah agama yang membawa kedamaian dan menjadi jalan orang-orang meningkatkan spiritualnya dalam menghubungkan diri dengan Ida Sang Hyang Widhi Wasa. Rahayu, rahayu, rahayu.....


Hadiri Lokasabha PHDI DKI Jakarta, Ahok Minta Umat Hindu Dukung Program 5T

JAKARTA, DUMAI -- Gubernur DKI Jakarta, Basuki Tjahaja Purnama (Ahok) minta umat Hindu di Jakarta mendukung program 5T. Program ini diyakini bisa membuat Jakarta lebih tertib. Hak itu disampaikan Ahok, sapaan gubernur, saat membuka acara Lokasabha VI Parisada DKI Jakarta, di Graha Aditya Sabha, Pura Adhitya Jaya, Jl. Daksinapati Raya No.10, Kelurahan Rawamangun, Kecamatan Pulogadung, Jakarta Timur, Sabtu (14/11).
Ahok saat pemukulan Gong acara Lokasabha PDHI DKI Jakarta
“Kita tentu dukung. Ini kan semacam muswil (musyawarah wilayah) kalau dalam politik. Jadi ada muswil DKI. Ya kita harapkan, sebetulnya untuk mengubah karakter orang itu adalah dari keyakinan. Budaya itu dipengaruhi oleh keyakinan. Kalau orang sudah diperbaiki, bidang keyakinan dia sudah sadar. Misalnya buang sampah. Agama selalu mengajari kan kebersihan sebagian dari iman. Nah, kalau orang yang mengaku beragama tapi buang sampah sembarangan itu berarti imannya itu bermasalah,” jelas Ahok, usai memukul gong sebagai simbolisasi dibukanya acara tersebut seperti dilansir poskotanews.com, Minggu (15/11).

Pada kesempatan itu Ahok meminta umat Hindu di Jakarta dan sekitarnya mendukung program 5 Tertib (5T) Jakarta, yakni tertib berlalu lintas, tertib PKL, tertib hunian, tertib kebersihan dan tertib demo. “Saya berharap untuk umat-umat Hindu di Jakarta dan sekitar Jabodetabek ini juga mendukung program 5 tertib,” tutur Ahok.

Ketua Umum Parisada Hindu Dharma Indonesia (PHDI), Sang Nyoman Suwisma, menerangkan acara ini selayaknya musyawarah daerah. Ada empat agenda yang digelar. “Yakni meminta pertanggungjawaban dari pengurus yang lama, memilih pengurus baru, membuat keputusan-keputusan program lima tahun yang akan datang, dan bila ada keputusan-keputusan mendesak yang dibutuhkan ya dibuat pada waktu acara ini,” paparnya.

Suwisma menambahkan PHDI tengah menghadapi masalah dalam hal anggaran pembinaan. Untuk itu ia berharap Pemprov DKI Jakarta dapat mengalokasikan sebagian anggarannya guna membantu pembinaan PHDI. “Problem yang paling berat itu sebetulnya anggaran. Semisal anggaran pembinaan. Karena dari pembina sangat kecil. Sedangkan umat Hindu dikatakan tidak sebanyak umat lain. Kami berharap kepada pemerintah daerah agar anggaran-anggaran dibantu,” imbuhnya.

Ketua Harian Parisadha Hindu Dharma DKI Jakarta, Kombes Pol (Purn) Ketut Wiardana, menuturkan, kegiatan ini juga bertujuan untuk mensinergikan, memadukan umat Hindu dalam rangka membangun umat Hindu di DKI yang ceria, cerdas, enerjik, responsif, inovatif dan ahlak mulia melalui budi pekerti. 

“Kami pun siap mendukung program 5 Tertib yang dicanangkan Pemprov DKI Jakarta. Karena pemerintah dalam ajaran agama Hindu disebut catur guru atau guru kita. Jadi wajib kami dukung,” kata mantan Staf Ahli Bidang Hukum Mabes Polri itu.

Astungkara, Atas Kemauan Sendiri Perempuan Ini Masuk Hindu

BANGLI, DUMAI -- Tepat pada Kamis (12/11/2015), seorang perempuan telah masuk agama Hindu. Perempuan tersebut adalah Adiyah Risma Diastari.

Menurut keterangan dari postingan foto yang dibagikan di akun facebook Arikirana Manuaba, perempuan itu masuk agama Hindu karena atas kemauan sendirinya.

Dari keterangan foto itu pula, Adiyah Risma Diastari mengikuti proses upacara Sudhi Wadani yang disaksikan oleh perangkat Adat dan dinas, Desa Selat Tengah Susut, Bangli, Bali.

Adiyah Risma Diastari beralamat di Jl. Taruma Jaya II/14 RT019 RW 002, Jakarta. Berikut foto-foto yang diposting akun facebook Arikirana Manuaba: 

 Adiyah Risma Diastari mengikuti proses upacara Sudhi Wadani,  Kamis (12/11)




Astungkara, Seorang Perempuan dari Kuta Utara ini Masuk Hindu

DUMAI -- Kabar bahagia bagi umat Hindu semua. Astungkara, pada Senin (03/11/2015) lalu salah seorang perempuan telah masuk ke agama Hindu.  

Kabar suka cita itu disampaikan oleh akun Facebook Arikirana Manuaba. Melalui postingan fotonya di media sosial terkenal tersebut, tampak seorang perempuan mengikuti proses upacara Sudhi Wadani.

Dari keterangan yang telah dihimpun, perempuan itu bernama Febriyanti berasal dari Br. Pengilian, Dalung, Kuta Utara, Badung, Bali. Febriyanti sebelumnya menganut agama Katolik.

Berdasarkan postingan foto yang dibagikan oleh akun facebook Arikirana Manuaba, Febriyanti mengikuti proses upacara Sudhi Wadhani di Kantor Parisadaha Hindu Dharma Indonesia (PHDI) Kabupaten Bangli. Upacara tersebut disaksikan oleh beberapa tokoh PHDI setempat, pemangku  dan pihak berwenang terkait.

Berikut foto-foto upacara Sudhi Wadhani yang diposting oleh facebook Arikirana Manuaba:
Febriyanti mengikuti proses upacara Sudhi Wadhani 
di Kantor PHDI Kabupaten Bangli'









Gelar Upacara Sudhi Wadani, Perempuan Jepang Ini Masuk Hindu

DUMAI -- Merunjuk pada apa yang telah diposting akun Facebook (Fb) Komang Caloh dengan menandai akun Fb Parisada Kabupaten Bangli, kita sebagai umat Hindu sangat bahagia melihatnya.

Pada postingan akun Facebook tersebut, terlihat foto-foto yang menunjukkan seorang perempuan Jepang telah masuk agama Hindu. Sebelumnya, wanita bernama Kudo Moniko dari Hokaido, Jepang, beragama Budha.

Upacara Sudhi Wadani tersebut digelar pada tanggal 22 Oktober 2015 jam 08.30 WITA yang lalu. Tampak dalam postingan itu, Jero Mangku dan umat Hindu setempat mengawali proses upacara Sudhi Wadani tersebut.

Namun sayangnya, postingan foto yang dibagikan akun Facebook Komang Caloh itu tidak menyebutkan nama tempat proses upacara Sudhi Wadani.

Berikut foto-foto bahagia, Kudo Moniko:
Proses upacara Sudhi Wadani, Kudo Moniko (Facebook Komang Caloh)













 

Lagu Rohani

Support : Copyright © 2015. Hindu Damai - All Rights Reserved
Proudly powered by Blogger
UA-51305274-1