Headlines News :

Kalender Bali

Iklan

Total Pageviews

Showing posts with label Umum. Show all posts
Showing posts with label Umum. Show all posts

Dua Siswa Ancam Porak-porandakan SMAN 1 Denpasar dengan Mengatasnamakan ISIS

DENPASAR, DUMAI – Sungguh terlalu kelakuan iseng dua murid yang ada di Bali. Dua orang siswa SMAN 1 Denpasar diperiksa intensif oleh pihak berwajib di Ditreskrimum Polda Bali, Rabu (27/1/2016). 
Ancaman yang ditulis oleh dua siswa SMAN 1 Denpasar (Tribun Bali)
Keduanya diperiksa pihak kepolisian setelah diduga melakukan ancaman dengan menulis surat terror mengatasnamakan ISIS.  Kabid Humas Polda Bali, Kombes Pol Hery Wiyanto membenarkan hal tersebut.

"Iya sekarang lagi diperiksa oleh anggota," jelas Hery seperti dilansir Tribun Bali, Rabu (26/1).

Dua siswa yang diperiksa diketahui merupakan satu siswa laki-laki dan satu siswa perempuan kelas 3 . Dalam surat tersebut tertulis sebagai berikut:

"Kami ISIS sudah ada di SMANSA, siap memporak-porandakan acara kalian. Kami tidak takut mati, ALLAHHUAKBAR”


Pernyataan porak-poranda ini, seiring pihak SMAN 1 Denpasar yang akan menggelar acara ‎pada 29-30 Januari 2016 besok.

Astaga! Pura di Abang Songan, Kintamani Terbakar

DUMAI -- Telah tersebar banyak foto-foto di sosial media Facebook menunjukkan bahwa tampak salah satu Pura di Bali terbakar. Melihat dari beragam komentar yang ada di postingan foto akun bernama  Diarta Na Yaku Pansas II, Pura yang terbakar berada di Desa Pakraman Abang Songan, Kintamani, Bangli, Bali.
Pura yang terbakar berada di Desa Pakraman Abang Songan

Foto-foto sangat jelas menunjukkan Pura di Abang Songan itu terbakar ludes habis. Para umat juga terlihat berusaha untuk memadamkan api dengan semprotan air.

Namun, dari usaha para umat untuk memadamkan api, tampak bangunan Pura ludes terbakar. Akibat kebararan yang melanda Pura tersebut, Senator Bali Arya Weda Karna juga tampak melihat langsung tempat kejadian kebakaran.

Para netizen pun merespon postingan foto-foto tersebut dengan foto pula. Salah satunya netizen Ida Ayu Sasmita Dewi yang mengomentari kebakaran Pura itu dengan postingan surat kabar yang juga mengabarkan Pura di Abang Songan kebakaran.


Dari keterangan yang ada, kebakaran terjadi pada hari Minggu (25/10). Berikut foto-foto lengkapnya yang diambil dari akun Diarta Na Yaku Pansas II :






Tri Hita Karana Dipakai Ikon Reklamasi Teluk Benoa, Tokoh-Masyarakat Bali Protes

DENPASAR, DUMAI -- Logo Tri Hita Karana Award dipakai oleh PT TWBI sebagai ikon untuk memperlancar rencana  reklamasi Teluk Benoa. Hal ini diprotes tokoh pariwisata dan tokoh masyarakat Bali.
Logo Tri Hita Karana (www.beritabali.com)

Tokoh Pariwisata Bali, Made Suryawan, dalam keterangannya di Sanur, Jumat (8/5/2015) lalu mengatakan, ia mendapat informasi logo Tri Hita Karana dipakai dalam sebuah spanduk di acara PT TWBI (pihak penggagas reklamasi Teluk Benoa). 

"Biasanya logo Tri Hita Karana ini digunakan untuk memberi sebuah penghargaan kepada sebuah lembaga yang sudah masuk kriteria yang ada dalam konsep Tri Hita Karana. Kita akan cari tahu, apakah logo yang tercantum  memang untuk beri penghargaan kepada pihak TWBI atau sekedar simbol aja yang dipasang di poster TWBI,"ujar Made Suryawan seperti dilansir www.beritabali.com.

Suryawan menambahkan, jika logo tersebut memang bertujuan untuk memberi penghargaan kepada pihak PT TWBI, artinya pihak  yang memberi penghargaan tidak paham terhadap arti penghargaan tersebut. "Kalau benar,  ini artinya kurang paham, karena yang diberi award adalah lembaga yang belum sesuai kriterianya dengan  lembaga dan konsep Tri Hita Karana, ini tidak cocok. Ini harus dijelaskan oleh pihak-pihak terkait,"ujarnya.

Sementara tokoh masyarakat Bali, Gusti Ngurah Harta, pemakaian logo Tri Hita Karana dalam kegiatan yang terkait dengan  reklamasi Teluk Benoa, mencederai masyarakat Bali, terutama masyarakat yang tidak setuju dengan reklamasi di Teluk Benoa. "Pemakaian simbol kearifan lokal Tri Hita Karana sangat mencederai kita masyarakat Bali, ini menjadi tanggung jawab kita dan eleman  masyarakat Bali yang peduli, jangan simbol-simbol kebijakan para leluhur Bali digunakan untuk mengobrak-abrik Bali,  silakan pakai simbol lain, tapi jangan pakai simbol spiritual masyarakat Bali. Dari pantauan  saya, simbol ini sudah dipakai selama semingguan lebih dalam kegiatan TWBI,"ujar Ngurah Harta.

Ngurah Harta menyatakan akan mempertanyakan ke pihak PT TWBI tentang alasan pemakaian simbol Tri Hita Karana tersebut. "Kita akan pertanyaakan ke TWBI, apa alasan pakai simbol Tri Hita Karana sebagai ikon reklamasi Teluk Benoa, apakah ini  desain orang Bali sendiri dengan harapan akan bisa menarik simpati orang Bali ? Para tetua kita menciptakan Tri Hita Karana bukan untuk gagah-gagahan tapi untuk menjaga tradisi dan alam Bali, untuk menjaga hubungan manusia dengan manusia, manusia dengan alam, dan manusia dengan Tuhan,"jelasnya.



Heboh! Warga Bawa Spanduk Bertuliskan "Purwakarta Kota Tasbeh Bukan Kota Hindu"

DUMAI -- Beredar sebuah foto-foto yang menunjukkan umat muslim di Purwakarta membawa spanduk yang bertuliskan “Purwakarta Kota Tasbeh Bukan Kota Hindu”.

 Spanduk yang dibawa umat Muslim bertuliskan “Purwakarta Kota Tasbeh Bukan Kota Hindu”

Foto-foto tersebut diposting di laman facebook Front Pembela Islam (FPI). Dalam keterangan foto tersebut, ribuan umat islam Purwakarta mengikuti pawai obor & Parade tauhid keliling kota untuk menyambut Tahun Baru Islam 1437 Hijriyah Selasa (13/10) malam. Mereka meluapkan kegembiraan dengan sholawat dan dzikir sepanjang jalan.

Dalam keterangan foto itu, umat Islam Purwakarta memulai pawai obor di depan Kampus UPI setelah melaksanakan sholat maghrib berjama'ah dan Pembacaan do'a awal dan akhir tahun. Pawai obor & Parade tauhid yang dipimpin langsung oleh KH.Muhammad Syahid Joban.Lc mengusung tema : Purwakarta Kota tasbeh bukan kota Hindu.

"Purwakarta adalah kota tasbeh, yang menjunjung tinggi nila-nilai islam, bahkan Purwakarta gudangnya pondok pesantren, gudangnya kiayi, gudangnya ulama. Karena itu, tidak pantas Purwakarta di-Hindukan” jelas KH.Syahid Joban, Pimpinan majlis Manhajussholihin dan selaku penyelenggara acara pawai ini seperti yang dituliskan dalam laman facebook DPI.

Menanggapi hal itu, semoga ini menjadi pertanda HINDU BANGKIT di tanah jawa....



Parah! Pernikahan Sejenis Nodai Pulau Bali

DUMAI -- Merebaknya isu perkawinan sejenis (Homo) di Bali bermula dari unggahan beberapa foto oleh akun Facebook (FB) atas nama Ali Subandoro, medio September lalu. "The most beautiful moments of the wedding ...I am so very happy for both of you ...Nothing beats Mom's blessing and you're both very lucky have such a loving and accepting Mom.. #loveknowsnolimits." Demikian status Ali Subandoro yang di-tag ke akun FB Tiko Mulya dan Joe Tully. 
Pernikahan sesama jenis di Bali (www.merdeka.com)
Seperti dikutip www.gatra.com, Senin (12/10), Tiko Mulyawarko (41) warga Indonesia, dan Joseph Michael Tully (52) warga Amerika Serikat adalah pasangan suami-istri sesama jenis kelamin laki-laki itu. Dalam salah satu foto, tampak sosok tua rohaniawan Hindu (Pemangku), berkostum serba putih, dari ikat kepala sampai sarung.

Sang Pemangku berdiri menghadap kamera. Tiko dan Joe berhadapan di depan Pemangku. Tiko membaca secarik kertas di tangan kiri. Tangan kanannya memegang mikrofon. Upacara di Hotel Four Seasons, Banjar Kutuh, Desa Sayan, Ubud, Gianyar, Bali itu memberi kesan bahwa seolah-olah perkawinan sejenis direstui adat Bali dan disahkan ajaran Hindu, agama anutan mayoritas penduduk Bali.

Desember 2014, pasangan ini menghubungi hotel agar bisa menggelar upacara pernikahan. Saat itu, permintaan ditolak. Enam bulan kemudian, Juni 2015, pasangan ini menanyakan paket ritual Karma Cleansing. Paket tersebut untuk pasangan, konteksnya, suami istri. Disepakatilah jadwal pada 12 September, pukul 16.30 - 21.00 WITA, dihadiri 30-an orang. Kasus ini menuai reaksi luas. Mulai rakyat kebanyakan, pemuka adat, tokoh agama Hindu, pejabat dari bupati sampai Gubernur Bali, I Made Mangku Pastika, menyuarakan keberatan.

Bupati Gianyar mengumpulkan para pelaku wisata agar berhati-hati dalam menawarkan paket wisata dengan simbol agama. Dari Jakarta, Dirjen Bimbingan Masyarakat Hindu, Kementerian Agama (Kemenag), Prof. I Ketut Widnya, memerintahkan Kantor Wilayah Kemenag di Bali, untuk mengumpulkan berbagai informasi di balik foto-foto itu. Bukan hanya tokoh dan pejabat bidang agama yang bereaksi, aparat penegak hukum pun bergerak. Polres Gianyar diam-diam menyelidik. Dari sekian reaksi publik yang mengemuka, muncul beberapa opini agar dalam kasus ini diterapkan pasal penodaan agama. 

SE Four Season Jadi Tersangka
Dua pekan kemudian, 29 September, Polres Gianyar menetapkan Ni Nyoman Mulyani, 36 tahun, sebagai tersangka. Sales executive di Hotel Four Season itu dijerat Pasal 156a butir a KUHP tentang penodaan agama. Ancamannya, kurungan maksimal lima tahun. Penyidik menyebut Mulyani menawarkan jasa paket upacara Krama Cleansing kepada pasangan Tiko dan Joe. Prosesi pembersihan diri itu disebut melukat atau pengelukatan. Sebelum menetapkan tersangka, polisi berkoordinasi dengan Pemkab Gianyar dan meminta pandangan saksi ahli dari Parisada Hindu Dharma Indonesia (PHDI), Majelis Madya Desa Pakraman (MMDP) dan tokoh masyarakat setempat.

Dari penyelidikan tersebut, Kapolda Bali Irjen Polisi Sugeng Priyanto menjelaskan, telah diperoleh kesimpulan bahwa upacara yang dilakukan tidak sesuai dengan norma dan ajaran agama Hindu. Pertama, agama Hindu tidak melegalkan pernikahan sesama jenis. Kedua, upacara yang digelar dengan atribut agama Hindu itu dapat dikategorikan sebagai tindakan penistaan agama. "Penjelasan yang kita peroleh dari tokoh adat dan perspektif Hindu, kejadian di Four Season itu tidak sesuai dengan norma agama Hindu sendiri," kata Sugeng Prayitno. 

Setelah menersangkakan Mulyani, kata Sugeng, tak tertutup kemungkinan, polisi akan menetapkan pelaku pernikahan (Joe dan Tiko) sebagai tersangka. Tapi pasangan itu kabur sejak 12 September. "Kita akan kejar lagi untuk kita periksa bersama yang satunya ini (Mulyani)," kata Sugeng. "Keterangan yang kita dapat, mereka sudah menikah di Amerika. Kedatangannya ke Indonesia, untuk melakukan semacam perayaan," ujarnya.

Dalam gelar perkara, polisi tetap minta pandangan tokoh agama dan pemuka adat agar tidak salah dalam menyimpulkan kasus. "Kita minta pandangan mereka tentang upacara pembersihan yang namanya pengelukatan itu, sehingga semuanya satu pandangan," kata Kapolda Bali. "Sepengetahuan saya ini yang pertama (di Bali), kalau ada informasi lain-lain tolong dilaporkan segera," ujarnya.

Saat menghubungi Hotel Four Seasons di Ubud, manajemen menyarankan untuk menghubungi Four Seasons pusat di Jimbaran. Namun humas hotel di Jimbaran ini tak mau memberikan pernyataan apa pun.  "Terima kasih sudah mem-follow up masalah ini, tapi sampai saat ini kami tidak dapat mengeluarkan statement apa pun dan tidak dapat berkomentar," ujar staf hotel itu.

Menikah Tak Mau Punya Anak pun Tak Dibenarkan
Sekretaris Umum PHDI, I Ketut Parwata, menjelaskan, dalam ajaran Hindu, tujuan menikah adalah untuk mendapatkan keturunan. Perkawinan sejenis tak akan melahirkan keturunan, maka Hindu tidak membenarkan. "Bahkan kalau ada pasangan menikah yang tidak mau punya anak, itu tidak dibenarkan," kata Ketut Parwata di kantor PHDI, Jakarta Barat.

Dalam salah satu srada (keimanan) Hindu ada reinkarnasi. Pemeluk Hindu harus memberi peluang kepada roh yang untuk bisa menjelma kembali ke dunia, untuk memperbaiki kesalahan dalam kehidupannya terdahulu. Tujuan perkawinan adalah memberikan peluang kepada para leluhur untuk mengulangi kehidupannya demi memperbaiki kehidupannya. "Jika itu kita tutup, berarti kita menghalangi peluang orang untuk memperbaiki diri," sebut kata lagi.

Digambarkan di Kerta Gosa, Klungkung, Bali, roh ibu yang tidak punya anak nanti menyusui ulat. Ketut Perwata menilai kasus ini merupakan salah satu sisi negatif pariwisata Bali. Ada yang menjual paket yang disenangi seseorang. Baik paket adat maupun paket agama. Adat Bali dan agama Hindu, kata Ketut Perwata, tak bisa dipisahkan lagi. 

"Untuk menjadi ibu, wanita diciptakan dan untuk menjadi ayah, laki-laki diciptakan, karena itu upacara kaagamaan ditetapkan dalam veda untuk dilaksanakan oleh suami (pria) bersama istri (wanita)." Begitu bunyi kitab Manawa Dharmasastra Bab IX sloka 96 yang tidak memberikan pembenaran kawin sejenis. Kitab yang berlaku sebagai undang-undang pada masa Majapahit itu masih jadi rujukan hukum perkawinan Hindu saat ini.

Dirjen Bimas Hindu Kemenag, I Ketut Widnya menyatakan dalam perspektif Hindu, perkawinan sejenis tidak sesuai dengan peradaban dan etika kemanusiaan secara general. "Pemilik hotel yang membuat acara seperti itu jelas melecehkan agama dan adat Bali. Perkawinan secara adat Bali sangat malarang kawin sejenis. Dalam Agama Hindu juga dilarang," kata guru besar Institut Hindu Dharma Indonesia Negeri (IHDN) Denpasar ini.  

Ketut Widnya minta aparat hukum tidak saja menindak pemilik hotel, namun juga menyeret pelaku (pasangan sejenis) ke ranah hukum. Ia meminta tokoh lintas agama untuk bersikap dan mengecam prilaku ini. Sepengetahuannya, kasus ini pertama terjadi di Bali.  Menurut Ketut Widnya, kitab suci atau mantra-mantra veda, tidak mengajarkan kawin sejenis. Catur Veda Samhita dalam Regveda menyebutkan, seorang pengantin laki-laki mengatakan, bukalah vaginamu, aku akan membuahinya. "Itu jelas makna perkawinan antara laki dan perempuan. Banyak lagi di mantra lain pada Regveda menyebutkan perkawinan itu antara laki-laki perjaka dengan gadis perawan," kata doktor dari Universitas Delhi, India ini.  

Mahatma Gandhi, kata Widnya, pernah berfatwa, perkawinan sejenis tidak beradab. "Untuk meluruskan ajaran Hindu yang dilecehkan ini, kami dalam waktu dekat bikin seminar. Para tetua adat, budayawan, sejarawan dan tokoh agama akan bicara. Sebab citra Hindu, utamanya di Bali, mulai disorot negatif oleh negara luar," tegas Widnya berapi-api.  

Hasil Survei: Penganut Agama Hindu di India Alami Penurunan, Penganut Islam Meningkat

NEW DELHI, DUMAI -- Hasil survei terbaru di India melaporkan, adanya penurunan jumlah penganut Hindu dan peningkatan muslim di India.
Umat Hindu di India (www.loupiote.com)
Seperti dilansir tempo.co, Rabu (26/8), penganut Hindu di India turun di bawah 80% untuk pertama kali sejak kemerdekaan. Sementara itu, populasi umat Islam semakin meningkat.

Sensus terakhir menunjukkan penganut Hindu turun menjadi 79,8 persen dari populasi negara itu sebesar 1,2 miliar penduduk pada 2011 dan 80,5 persen pada dekade sebelumnya.


Jumlah warga negara beragama Islam di India meningkat menjadi 14,2 persen dari sebelumnya 13,4 persen pada 2001. Umat Kristen tetap pada 2,3 persen, dan umat Sikh jatuh ke 1,7 persen dari 1,9 persen

Baru Pertama Kalinya Emirat Arab Alokasikan Lahan untuk Kuil Hindu

ABU DHABI, DUMAI -- Baru pertama kalinya di Uni Emirat Arab menempatkan lahan untuk pembangunan kuil Hindu di Abu Dhabi. Kebijakan Emirat Arab ini mendapatkan pujian dari pemerintah India. Perdana Menteri India, Narendra Modi, yang baru-baru ini melakukan kunjungan kenegaraan ke UEA selama dua hari, menulis status di akun Twitter, Minggu (16/8), "Saya mengucapkan banyak terima kasih kepada pemerintah UEA. Ini sebuah langkah raksasa," kicaunya.
galeriwisata.wordpress.com (Ilustrasi)
Seperti dilansir tempo.co, Kamis (20/8), Modi menjadi Perdana Menteri India pertama yang melakukan kunjungan kenegaraan dalam 34 tahun ini. Dalam lawatan terebut, Modi bertemu dengan Putra mahkota Abu Dhabi Sheikh Mohammed bin Zayed Al Nahyan dan penguasa Dubai Sheikh Mohammed bin Rashid Al Maktoum.

Perjalanan Modi ini tampaknya menjadi sebuah peristiwa penting untuk meningkatkan hubungan perdagangan kedua negara antara India dan UEA. Adapun keputusan UEA menyiapkan tanah untuk pembangunan kuil di Abu Dhabi bagian dari strategi mempererat hubungan tersebut.

UEA, sebuah federasi tujuh emirat (pemerintahan), adalah rumah bagi sekitar 2,6 juta warga asing asal India. Jumlah mereka menempati urutan ketiga dari total penduduk di luar warga Emirat. Pendapatan India dari Emirat diperkirakan mencapai US$ 14 miliar atau sekitar Rp 193 triliun.



Sekitar 10 Peziarah Meninggal Dunia Akibat Berdesakan di Kuil Hindu India

NEW DELHI, DUMAI -- Sekitar 10 orang dilaporkan meninggal dunia saat berdesakan di sebuah kuil saat ritual di sebelah timur India yang dijejali 150 ribu peziarah.
Ilustrasi (news.okezone.com)
Petugas keamanan pada Senin (10/8) mengatakan, peristiwa itu bermula ketika para peziarah berdesakan di Kuil Baidyanath Jyotirlinga untuk memasuki gedung sesaat setelah pintu dibuka.

Menurut direktur jenderal kepolisian di Jharkhand, S.N. Pradhan, sebagian besar korban meninggal dunia karena terinjak-injak oleh peziarah lain yang ingin masuk ke kuil. "Banyak yang buru-buru ingin masuk ke kuil, ada yang jatuh dan terinjak-injak," jelas Pradhan seperti dilansir tempo.co, Rabu (12/8).

"Sepuluh orang, termasuk seorang perempuan, dikabarkan meninggal. Sedangkan 15-20 orang lainnya luka-luka," imbuhnya.

Kuil Baidyanath Jyotirlinga terletak sekitar 255 kilometer sebelah selatan Patna, ibu kota negara bagian Bihar.


  

Ormas Tuding Ada Diskriminasi Perekrutan Pekerja Hindu di Bali

DENPASAR, DUMAI -- Aliansi Elemen Masyarakat Bali (EMB) melakukan aksi demonstrasi ke Gedung DPRD Bali dan Bandara Internasional Ngurah Rai sebagai bentuk protes pengumuman perekrutan tenaga kerja dibagian ACS diduga bermuatan suku, agama, ras, dan antargolongan. Aliansi EMB ini terdiri dari Perguruan Tenaga Dalam Sandi Murti, Cakra Wayu, Sekehe Citarum dan Gasos Bali mendatangi Gedung DPRD Bali dikoordinir Putu Dana. Sementara massa yang lain dari aliansi yang sama menggelar aksi di Bandara Internasional Ngurah Rai Kabupaten Badung dipimpin Ketua Gabungan Solidaritas (Gasos) Bali Lanang Sudira.

Postingan Ade Wijaya di Facebook (www.suaradewata.com)
Massa yang mendatangi Gedung DPRD Bali diterima anggota Komisi II DPRD Bali Anak Agung Ngurah Adhi Ardana. Dalam dialog sekitar satu jam itu, Koordinator aksi, Putu Dana meminta anggota DPRD Bali untuk menyikapi serius persoalan itu dengan menyelidik langsung ke lapangan untuk mengetahui secara pasti jumlah tenaga kerja Hindu yang direkrut perusahaan.

“Berapa persen orang Bali bekerja di Bandara Ngurah Rai. Untuk itu, hari ini kami langsung turun di dua lokasi berbeda yakni di DPRD Bali dan Di Bandara Ngurah Rai. Jangan sampai isu ini menjadi isu SARA yang diboncengi kepentingan oknum tertentu. Kami tidak akan tinggal diam mengenai hal ini. Diskriminasi itu tolong dihapuskan sehingga isu SARA ini tidak meluas di masyarakat,” tegas Putu Dana.

Pada kesempatan yang sama, Sekjen Cakra Wayu, Nyoman Suarta mengungkapkan prosentase tenaga kerja yang beragama Hindu di perusahaan BUMN jumlahnya berkurang. Menurut dia, adanya informasi perekrutan tenaga kerja untuk non-Hindu di ACS telah menegaskan ada upaya meminggirkan tenaga kerja lokal Bali dari peluang kerja yang tersedia. Sangat disesalkan perusahaan mengeluarkan kebijakan yang berbau SARA tersebut. “Aspirasi ini untuk meredam isu SARA. Kami merasa dianaktirikan di tanah sendiri. Banyak sekali lowongan yang diunggah di media sosial tetapi hanya untuk non-Hindu. Isu ini dapat memicu gesekan SARA. Diharapkan pemangku kebijakan mengambil sikap cepat untuk mengatasi persoalan itu,” jelas Nyoman Suarta.

Berikut empat pernyataan Sikap EMB yakni pertama, hentikan diskriminasi dalam hal perekrutan tenaga kerja. Kedua, meminta DPRD Provinsi Bali dan Pemprov Bali membuat tim dan turun ke perusahaan-perusahaan BUMN maupun swasta yang ada di wilayah Bali untuk mengecek prosentase pegawai lokal dan non-lokal. Ketiga, membuat aturan komposisi tenaga kerja lokal dengan non-lokal dengan perbandingan minimal 60 persen pegawai lokal dan 40 persen pegawai non-lokal, dan keempat, meminta semua pihak menghargai masyarakat lokal Bali. Menanggapi aspirasi tersebut, Adhi Ardhana mengatakan pemerintah daerah dalam setiap kebijakannya yang berhubungan dengan tenaga kerja mengedepankan semangat melindungi budaya Bali.

“Semua Perda yang berhubungan dengan tenaga kerja selalu dimasukan unsur budaya. Kita harus hati-hati. Daya tarik wisata adalah budaya. Pariwisata Bali adalah pariwisata budaya. Perkembangan pariwisata budaya harus dijaga. Bali tidak bisa hidup tanpa pariwista budaya,” katanya seperti dilansir suluhbali.co, Jumat (31/7).


Sebelumnya, ini informasi rekrutmen tenaga Cleaning Service yang diposting : Ade Wijaya dalam akun Facebooknya ke group Lowongan Kerja Bali, dituliskan: “Dibutuhkan tenaga cleaning service sebanyak-banyaknya non-Hindu buat di area bandara khusus buat di ACS dan penerimaan karyawan paling lambat tanggal 17-07-2015. Syarat: 1. Foto Copy KTP, dan 2. Ijazah terakhir”.

Kuil Hindu di Carolina Utara Diduga Jadi Sasaran Tembakan Orang Tak Dikenal

CAROLINA UTARA, DUMAI -- Departemen Sheriff Carolina Utara melaporkan belum memiliki bukti-bukti kuat terkait tanda tembakan yang terdapat di sebuah kuil Hindu. Hal ini adalah sesuatu yang lebih dari vandalisme sederhana, tetapi telah tetap menjadi perhatian dari komunitas Hindu di Amerika Serikat.
Ilustrasi (kabarpadang.com)
Tanda tembakan yang terletak di sebuah bangunan kuil dari Organisasi Om Hindu di desa Clemmons, Carolina Utara, ditemukan lebih dari 60 lubang dari senapan atau tembakan di awal bulan ini. Aparat hukum menemukan selongsong peluru kosong yang mengindikasikan seseorang telah menembakkan senapan/pistolnya dua sampai tiga kali di kuil tersebut.

"Kita sebagai orang Amerika berjuang atas kebencian, harus berdiri untuk mempromosikan toleransi, menghormati dan inklusif," jelas Organisasi Om Hindu dalam sebuah pernyataan seperti dilansir huffingtonpost.comSenin (20/7).

"Kami tidak memiliki keraguan bahwa dalam jangka panjang kita akan dapat mempraktekkan agama kita dan hidup damai di wilayah ini dan bekerja menuju masyarakat yang majemuk," imbuhnya.

Anggota dewan kelompok direksi, Manujunath Shamanna mengatakan kepada Journal insiden bahwa insiden itu "mengecewakan," tetapi lubang tersebut bisa saja disebabkan oleh "hanya beberapa anak-anak bermain."

Departemen Forsyth County Sheriff belum mengetahui siapa pelakunya dan hal ini masaih dalam penyelidikan. Namun menurut Wakil Kepala Brad Stanley mengatakan kepada Journal, tampaknya insiden penembakan di kuil itu merupakan hanya sebagai bentuk vandalisme.

Sementara Itu, Presiden Universal Society of Hindu, Rajan Zed mengatakan dalam sebuah artikel yang ditulisnya untuk Fox 8 bahwa "umat Hindu nasional (AS) sangat prihatin" tentang insiden itu. 

Ketua PHDI Kalbar Ucapkan Selamat Idul Fitri

PONTIANAK, DUMAI -- Ketua Parisada Hindu Dharma Indonesia (PHDI) Kalimantan Barat, Ida Sri Resi Dukuh Putra Bandem Kepakisan mengucapkan selamat hari raya Idul Fitri 1436 Hijiriah.

PHDI (www.antarakaltim.com)
"Idul fitri itu hari kemenangan, karena selama satu bulan berpuasa telah mengekang hawa nafsu sekaligus mengevaluasi diri. Terlewati tantangan yang dihadapi selama satu bulan dan selesai melaksanakan ibadah puasa itu," ucap Putra Bandem Kepakisan, seperti dilansir pontianak.tribunnews.com, Minggu (19/7).

Menurutnya, hidup toleransi adalah kesetaraan antarpemeluk agama, tidak ada menganggap pemeluk agama satu dengan yang lain lebih rendah atau menganggap yang lain lebih super. "Tetapi kita adalah kesetaraan, sederajat, menghormati dan menghargai segala tata cara yang dilaksanakan oleh masing-masing penganut agama," lanjutnya.

Parisada Hindu Dharma Indonesia Kalbar mengucapkan selamat bagi saudara-saudara yang beragama Islam untuk dapat melaksanakan ibadah puasa kemudian dapat merayakan hari raya Idul Fitri dengan sebaik-baiknya.

"Kami umat Hindu tetap toleransi dan menghargai serta mengucapkan selamat hari raya Idul Fitri. Semoga kita bersama diberikan kekuatan oleh Tuhan Yang Maha Esa, sehingga kita dapat mengabdikan diri pada keluarga, bangsa dan Negara," imbuhnya.

Minta Maaf, Perempuan Berhijab Ini Beri Penghormatan Kepada Patung yang Diinjaknya

JAKARTA, DUMAI -- Pasca mendapatkan berbagai hujatan dan kecaman dari netizen karena menginjak sebuah patung, perempuan berhijab Radha Visabilillah  melakukan permohonan maaf melalui akun instagramnya.
Radha Visabilillah minta maaf karena telah menginjak patung

Selain meminta maaf kepada pihak-pihak yang merasa dilecehkan atas perbuatannya, Radha Visabilillah langsung merilis sebuah foto dimana dirinya sedang berpose mencakupkan tangan sembari merunduk sedikit dengan memberikan penghormatan kepada patung yang sebelumnya dia injak.

Dalam keterangan foto yang dirilis Radha Visabilillah  di akun instagramnya tersebut, dirinya mengatakan permohonan maaf dan menyesali perbuatannya.

“Terimakasih untuk pihak dari Budha tidur karena telah memaklumi dan menerima permintaan maaf saya dengan baik, saya benar-benar menyesal atas sikap saya, saya mohon maaf sangat akan hal tersebut dan saya harap semua orang yang telah tersinggung dapat ikhlas serta tulus (memaafkannya” ujar Radha Visabilillah dalam akun instagramnya.

Terkait hal tersebut, semoga menjadi pelajaran bagi semua orang agar lebih hati-hati dalam memposting foto di media sosial.

Dikecam Netizen, Perempuan Penginjak Patung Ini Akhirnya Minta Maaf

DUMAI -- Radha Visabilillah telah melakukan tindakan kurang terpuji dengan menginjak sebuah patung. Kecamanpun muncul dari para Netizen yang mengetahui keberadaan foto tersebut. Tak sedikit Netizen yang langsung menghujat dan mengutuk terkait tindakan yang telah dilakukan oleh perempuan berhijab tersebut. Tak hanya di Instagram, foto tersebut juga menjadi perbincangan di sosial media Facebook.
Radha Visabilillah  menginjak patung dikecam netizen



Pasca mendapat hujatan dan kecaman dari berbagai pihak, akhirnya Radha Visabilillah melakukan permohonan maaf melalui akun Instagramnya. Dalam kirimannya, Radha Visabilillah memohon maaf kepada semua pihak atas apa yang telah ia perbuat sehingga membuat banyak pihak tersinggung.

"Mohon maaf atas keteledoran saya berfoto dengan gaya yang membuat orang salah paham sebelumnya, saya berfoto dengan gaya seperti itu tidak ada niat dan maksud tertentu, murni ketidaksengajaan hanya ingin berpose saja dan saya tidak menyangka akan berdampak begitu besar bagi yang melihatnya. Sekali lagi saya meminta maaf," tulis Radha Visabilillah dalam akun instagramnya seperti dilansir dewatanews.com, Rabu (1/7).
Radha Visabilillah minta maaf via instagram   
Dirinya menambahkan, bila dirinya benar-benar meminta maaf atas fotonya tersebut dan tak ada sedikitpun untuk mencari masalah dengan siapapun. Ia juga memohon agar foto tersebut tidak lagi disebarluaskan.

"Saya benar-benar mohon maaf atas foto saya tersebut, bagi Agama maupun semua orang yang telah tersinggung atas foto tersebut. Saya Radha Visabilillah benar-benar memohon maaf atas foto tersebut, jika dimaafkan saya ucapkan terimakasih banyak dan tolong hapus foto tersebut serta jangan sebar foto itu lagi, saya tidak mencari masalah pada siapapun, saya mohon sangat, terimakasih" jelasnya.





Perempuan Ini Dikecam Netizen Karena Menginjak Patung

DUMAI -- Tidak pernah belajar dari kasus-kasus pelecehan terhadap sebuah simbol agama ataupun keyakinan, masih saja tetap ada masyarakat yang mencoba atau bahkan tak takut untuk melakukan hal yang sama. Seperti sebuah foto yang beredar beberapa waktu ini di jejaring sosial media, dalam foto tersebut terlihat seorang perempuan mengarahkan kaki kanannya ke sebuah patung yang ada disebuah taman. (Baca juga: Dikecam Netizen, Perempuan Penginjak Patung Ini Akhirnya Minta Maaf)
Radha Visabilillah yang menginjak patung
Lebih mirisnya lagi, perempuan tersebut mengenakan Hijab yang seharusnya merupakan sosok perempuan halim atau soleha. Namun nyatanya, dalam foto yang diunggah oleh Radha Visabilillah di akun Instagramnya tersebut memperlihatkan jika moralnya tak sama dengan apa yang terlihat dikenyataan.

Alhasil, kecamanpun muncul dari para Netizen yang mengetahui keberadaan foto tersebut. Tak sedikit Netizen yang langsung menghujat dan mengutuk terkait tindakan yang telah dilakukan oleh perempuan berhijab tersebut. Tak hanya di Instagram, foto tersebut juga menjadi perbincangan di sosial media Facebook.

"Lebih baik tangkap dan di jebloskan ke penjara. Soalny orang Kayak gini merusak Bhineka tunggal Ika," kecam pemilik akun facebook Gunk Arix dalam komentarnya seperti dikutip dewatanews.com, Rabu (1/7). Berbeda dengan Gunk Arix, pemilik akun Sumantika Komang berusaha tenang dalam menanggapi hal ini

"Berusaha lah saling menghormati kawan, walaupun kita memiliki percayaan yang berbeda, pada dasarnya setiap agama saya yakin mengarahkan umatnya ke arah lebih baik (dharma)," tuturnya.

Ketika ditelusuri, akun Instagram Radha_Visabilillah masih aktif dan ada. Beberapa kirimannya memperlihatkan jika ia sebenarnya tidak selalu mengenakan hijab. Seolah merasa tidak bersalah, hingga saat ini ia belum melakukan klarifikasi atau permohonan maaf terhadap apa yang telah dilakukan. Hingga kini, belum diketahui dimana lokasi foto tersebut diambil serta waktu pengambilannya.  




Meski Beragama Hindu, Rajeev Sharma Jadi Penulis Biografi Nabi Muhammad

DUMAI -- Orang Hindu yang terinspirasi oleh gagasan dan kehidupan Nabi Muhammad bernama Rajeev Sharma. Dirinya menulis buku biografi Nabi Muhammad dalam bahasa Mawari, bahasa daerah di wilayah Shekhawati, Rajasthan, India.
Ilustrasi (www.dream.co.id)
"Saat saya masih anak-anak, guru kami memberi tahu kami untuk membaca sebagian pelajaran kami. Sejak hari itu, saya menghabiskan banyak waktu untuk membaca. Saya juga membaca biografi Muhammad dan saya berpikir bahwa saya harus menulis personal yang mengagumkan ini," jelas Sharma seperti dikutip dream.co.id, Selasa (30/6).

Sharma merupakan pria kelahiran Kolasiya, sebuah desa di Jhunjhunu, Rajasthan. Pria kelahiran 1987 ini mulai membangun perpustakaan pribadinya di desa saat bersekolah tingkat 9. Karena rajin, dia berkesempatan membaca biografi Nabi Muhammad yang gagasan dan pola hidupnya sangat berpengaruh besar pada kehidupan Sharma. Akhirnya dia memutuskan untuk menerjemahkan biografi itu ke dalam bahasa Marwari.

"Saya tidak mempertimbangkan agama sebagai hal dominan di sini. Jika kita berpikir tentang masa lalu kita, semua agama akan hidup dengan harmoni. Saat ini, tingkat intoleransi meningkat," tutur dia.

Ia mengklaim, buku berjudul "Paigambar Ro Paigam" yang ditulisnya itu menjadi biografi pertama Nabi Muhammad dalam bahasa Marwari. Buku dengan 112 halaman tersebut sudah dijual di pasaran, baik di pasar lokal maupun melalui online.

Tak hanya biografi Nabi Muhammad, Sharma juga berencana menerjemahkan kitab suci Alquran ke dalam bahasa Mawari. "Paigambar Ro Paigam sudah mendapat apresiasi banyak orang. Saya siap mendapat kunjungan ribuan kali dalam web saya. Orang di penjuru Bumi telah banyak mengunduhnya," imbuhnya.

Bulan Puasa Menyatukan Umat Hindu dan Islam di Mahoba

MAHOBA, DUMAI – Sekitar ribuan umat Hindu di wilayah Mahoba, India Utara, ikut berpuasa bersama umat muslim untuk menarik perhatian pemerintah. Gerakan puasa bersama antarumat beragama ini dilakukan demi pembangunan rumah sakit yang dibutuhkan warga di Mahoba.
Ilustrasi 

Pada Maret lalu, umat muslim Mahoba meluncurkan kampanye pembangunan rumah sakit dan pusat kesehatan di sana. Mereka mengirimkan seribu kartu pos yang ditulis dalam 18 bahasa kepada Perdana Menteri India. Kartu pos itu dikirimkan setiap hari. Namun aksi ini tak kunjung mendapatkan perhatian pemerintah.

Aksi ini justru mendapat simpati umat Hindu. Mereka juga ingin di wilayah itu dibangun pusat pelayanan kesehatan yang tidak membeda-bedakan pasiennya. Mereka kemudian ikut berpuasa dan membuat acara buka bersama umat muslim di hari pertama Ramadan pada pekan lalu. Gerakan ini dilakukan untuk mempromosikan toleransi agama dan kebersamaan antarumat di Mahoba.

"Kami ingin pemerintah melihat bahwa kami di sini punya masalah, yakni soal layanan kesehatan yang sangat buruk. Pembuat kebijakan harus melihat bahwa kami bukanlah komunitas yang terpecah-pecah, justru kami hidup harmonis, tapi fasilitas kesehatan bagi kami sangat kurang," jelas aktivis social, Tara Patkar yang menggagas gerakan puasa bersama tersebut seperti dilansir tempo.co, Senin (29/6).

Meskipun pemerintah India belum juga mengabulkan permintaan para warga Mahoba, tapi aksi kebersamaan itu menimbulkan sentimen positif antarumat beragama di India.

Sebanyak 207 Mahasiswa Universitas Hindu Indonesia Dapat Beasiswa

DENPASAR, DUMAI -- Universitas Hindu Indonesia (UNHI) Denpasar, Bali, sebanyak 207 mahasiswanya mendapatkan bantuan beasiswa dalam rangka meningkatkan prestasi akademik dan nonakademik, sehingga dapat bersaing dalam dunia kerja.
Ilustrasi (www.unhi.ac.id)
"Untuk tahun ini, beasiswa diberikan kepada mahasiswa yang berprestasi, kurang mampu, dan memiliki keaktifan di kampus," jelas Wakil Rektor III Unhi, Dr Ir E Dewi Yuliani, MSi di kampus setempat, seperti dilansir beritasatu.com, Sabtu (27/6).

Menurutnya, bantuan beasiswa yang disalurkan kepada mahasiswa berasal dari berbagai sumber, bukan hanya berasal dari intern kampus saja, tetapi dari luar kampus. Mahasiswa yang mendapatkan beasiswa bebas biaya perkuliahan yang diberikan pihak kampus sebanyak 24 orang, mahasiswa yang mendapatkan beasiswa miskin dari Dirjen Bimas Hindu Kementerian Agama sebanyak 138 orang, mahasiswa yang mendapatkan beasiswa Peningkatakan Prestasi Akademik (PPA) Dikti sebanyak 20 orang, dan mahasiswa yang dapat beasiswa Bantuan Biaya Peningkatan Prestasi akademik (BP-PPA) Dikti 20 orang.

"Sementara untuk beasiswa Bidikmisi, yang merupakan beasiswa khusus hanya diberikan kepada lima orang mahasiswa, karena sudah dijatah dari pusat, kata dia.

Dirinya menjelaskan, mahasiswa yang telah terdaftar sebagai penerima beasiswa harus menyertakan beberapa persyaratan sesuai dengan jenis beasiswa masing-masing. Misalnya, untuk beasiswa kurang mampu, mahasiswa bersangkutan harus melampirkan keterangan kurang mampu dari kepala desa tempat tinggalnya.

Yuliani berharap, mahasiswa yang meraih beasiswa dapat menggunakan bantuan yang diberikan secara baik dan benar, sehingga berujung pada peningkatan prestasi akademik.
 

Lagu Rohani

Support : Copyright © 2015. Hindu Damai - All Rights Reserved
Proudly powered by Blogger
UA-51305274-1